I won’t repurchase these products

elf Warm Bronzer


Setelah cari review sana sini mengenai bronzer keluaran elf, banyak yang bilang produk ini sangat memuaskan. Jadilah saya beli dan berekspektasi tinggi terhadap produk ini. Hasilnya… agak nyesel, soalnya cuman bikin wajah saya bergliter-gliter, bukan ngasih warna yang saya harapkan. So, I won’t repurchase this product.

Evian Water Spray

Alasan beli ini adalah karena saya lagi suka banget sama salah satu beauty vlogger dan jadi latah pengen nyobain produk-produk yang dia pake ha ha. Tapi saya nggak merasakan manfaat yang spesial setelah pake produk ini. So I won’t repurchase this product. Pernah coba produk ini nggak?

L.A girl concealer & Etude CC Cream

Alasan saya nggak mau beli lagi CC cream ini adalah karena dia ninggalin kesan pink di wajah saya. Tapi produk ini nggak jelek sih selain warnanya itu. 

Ada yang punya pengalaman pakai L.A girl concealer? Produk ini saya pakai untuk nutupin warna gelap di bawah mata saya. Tapi ada sensasi aneh dan nggak nyaman yang ditimbulkannya setelah saya pakai. Bahkan kulit saya kayak kebakar gitu. Hal yang sama juga terjadi sama adik saya. Dan kalau pakai ini bener-bener tipis aja, kalau ketebelan akan susah nimpanya.

Lipstick

Nyx Louisiana

Kalo sebelumnya saya bilang saya suka banget sama Nyx SMLC, yang satu ini hmm biasa aja. Saya lupa ini seri apa, yang pasti dia nggak matte dan creamy. Nyx Louisiana merupakan lipstick pertama yang saya punya. Waktu itu karena baru belajar pakai lipstick, nggak berani beli yang matte karena katanya lipstick matte nggak cocok untuk bibir kering. Jadi kalo pake si Louisiana ini paling saya tepuk-tepuk aja atau ditimpa sama blush on biar matte. Satu lagi yang saya nggak suka dari lipstick ini adalah aromanya yang kayak shampoo, nggak nyaman banget masuk ke mulut saya. So, I won’t repurchase this product.

Revlon Colorburst Red

Cukup nyesel beli lipstick yang satu ini karema ternyata teksturnya nggak cocok banget di saya. Revlon colorburst merupakan jenis matte, tapi kalau saya pake entah kenapa terburai gitu lipsticknya, jelek banget. Padahal saya beli ini karena lihat review blogger kece yang punya semua seri warnanya dan di dia bagus banget banget. Tapi karena nggak mau rugi, saya masih suka pakai tapi paling ditepuk-tepuk aja hi hi. I won’t repurchase this product.

Revlon Soft Rose

Tadinya saya lumayan suka sama Revlon soft rose ini. Tapi setelah saya kenal lipstick matte, rasanya nggak mau beli lagi lipstick selain matte. Jadi alasan yang cukup sepele ya.

Produk-produk yang saya nggak akan beli lagi ini belum tentu nggak cocok di kamu sih. Jadi kalau penasaran, silahkan dicoba aja.

Produk apa yang nggak akan kamu beli lagi?

Advertisements
Posted in Uncategorized

Produk kecantikan terfavorit

Awalnya malu-malu, lama-lama banyak mau. Gitu deh hubungan saya sama make up. Dari yang tadinya pake lip balm berwarna aja nggak pede – takut dibilang lebay, sekarang rasanya pengen koleksi semua lipstick yang dilihat mata. Ngomong-ngomong kali ini saya mau share produk kecantikan terfavorit versi saya.

Vaseline lip teraphy & Petroleum Jelly


Saya suka banget banget sama kedua produk keluaran Vaseline ini. Continue reading “Produk kecantikan terfavorit”

Apakah kamu merasa cantik?

 

Belakangan saya sedang suka nonton video social experiment di youtube. Beberapa di antaranya ada yang cukup menyentil hati saya dan salah satunya video di atas. Dari semua perempuan yang dijadikan objek social experiment, nggak ada satupun yang merasa diri mereka cantik. Fakta yang cukup bikin sedih. Padahal mereka cantik-cantik. Lalu, bagaimana kalau saya ditanyakan pertanyaan yang sama? Saya juga akan menjawab demikian. Saya tidak merasa cantik. Malah saya lebih sering berpikir bahwa saya jelek. Kenapa? Because so many people tell me so. Meskipun demikian, saya merasa cantik juga kadang-kadang, hahaha!

Ngomong-ngomong, karena video itu, saya jadi iseng untuk menanyakan hal serupa ke perempuan-perempuan yang saya kenal.

Continue reading “Apakah kamu merasa cantik?”

PTN vs PTS

Saya masih ingat, kelas 3 SMA adalah masa-masa paling menjenuhkan sewaktu sekolah. Setelah belajar di sekolah sampai jam setengah dua siang seperti biasanya, saya harus lanjut ikut pendalaman materi di sekolah sampai sore, sesudah itu ikut les di tempat lain. Selain itu, menjelang kelulusan saya disibukkan dengan tes di beberapa PTN. PTN yang paling paling saya inginkan saat itu adalah UGM, karena saya ingin sekali merasakan kehidupan di Jogja. Ditambah fantasi kalau saya kuliah di sana, saya hanya perlu jalan kaki atau naik sepeda ke kampus. Ah indahnya! Kenyataannya, saya harus naik bis pulang pergi ke kampus dengan total perjalan 4 jam saja.

Sekian tahun sudah berlalu, ternyata PTN masih jadi primadona dan masih ada yang menganggap PTS jelek. Kenapa sih orang-orang ingin sekali masuk PTN?

Well, dalam segi ranking kampus, PTN berada di urutan teratas. Jadi bukan hal yang mengherankan kalau orang-orang ingin kuliah di PTN karena kualitasnya yang unggul. Tempat yang unggul akan menghasilkan bibit unggul pula bukan? Lalu ke depannya jalan hidup (mungkin) akan lebih mulus untuk masuk ke dunia kerja. Tapi nggak berarti kuliah di PTS bikin jalan hidup kamu jauh dari mulus karena ranking PTS jauh di bawah ITB, UGM dan UI. Saya bilang begini bukan karena saya lulusan PTS ya, tapi saya sudah melihat bukti nyata bahwa lulusan dari kampus saya bisa kerja di perusahaan seperti Astra International, PwC, Pb Taxand, Unilever dan masih banyak lagi. Silahkan googling mengenai perusahaan-perusahaan tersebut. Jadi jangan khawatir, kamu juga bisa kok masuk perusahaan ternama, asal kamu punya kualitas yang diinginkan perusahannya. Dan ketika kamu akhirnya kuliah di PTS, jangan asal pilih PTS ya. Lihat akreditasi fakultas yang kamu mau masuki dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kampus itu.

Alasan kedua kenapa PTN lebih dipilih adalah, tentu dari segi biaya lebih murah. Menyenangkan bukan kalau bisa meringankan biaya yang harus dikeluarkan orang tua? Tapi jangan salah, PTS juga menyediakan beasiswa untuk meringankan beban orang tua kamu. Di kampus saya ada tiga jenis beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswa ‘tertentu’. Pertama potongan sekian persen dilihat dari IPK, kedua potongan 50% biaya kuliah untuk yang ekonominya kurang baik dan terakhir free biaya kuliah 100%. Lagi-lagi, kalau akhirnya PTS adalah pilihan terakhir tapi kamu merasa biayanya terlalu berat, cari tahu bagaimana cara mendapatkan beasiswa di kampus itu

Buat yang sudah memantapkan hati untuk masuk PTS tanpa ikut tes masuk PTN, nggak usah ragu hanya karena hampir semua orang di sekitar kamu ikut tes PTN. Jangan dengarkan kalau kamu dibilang aneh. Kamu keren kok, karena kamu tahu apa yang kamu inginkan.

Buat yang tidak lolos tes PTN dan masuk PTS, jangan berkecil hati. Tetap asah kemampuanmu, percaya deh kamu punya masa depan yang sama cerahnya dengan mahasiswa PTN.

Selamat berjuang 🙂