Main di Rumah Guguk

Rumah guguk adalah sebuah pet shop di Bandung dimana kita bisa bermain dengan anjing-anjing yang ada di sana. Untuk masuk ke rumah guguk, pengunjung harus membeli sebuah tiket seharga Rp 30.000 (bisa berubah sewaktu-waktu) yang nantinya bisa ditukar dengan makanan, merchandise atau berfoto dengan anjing.

Sebelum pergi ke sana, saya punya eskpektasi bahwa anjing-anjingnya akan berkeliaran di taman mereka Continue reading “Main di Rumah Guguk”

Film The Best of Me

Udah lama saya nggak menitikan air mata karena film. Tapi film The Best of Me berhasil melakukannya, OMG.

how often is the mechanic the hero of the story?

Cerita The Best of Me berawal dari Dawson Cole, cowok smart dan clueless (he doesn’t know how to flirt with girl) yang diam-diam naksir Amanda. Pucuk dicinta ulampun tiba. Ternyata Amanda juga naksir berat sama Dawson. Amanda berusaha pedekate-in Dawson tapi sangkin cluelessnya, Daswon gagal menangkap sinyal pedekate Amanda. Amanda nggak nyerah sampai di situ, dia cari cara lain supaya bisa dekat sama Dawson. Dan mereka jadian.

Tapi cerita cinta keduanya nggak berjalan mulus. Orang tua Amanda menentang hubungan keduanya dan Dawson harus masuk penjara  selama delapan tahun karena sebuah kecelakaan. Dawson akhirnya memutuskan untuk menghakhiri hubungannya dengan Amanda karena dia merasa nggak cukup baik untuk Amanda.

Dua puluh satu tahun berlalu, Amanda dan Dawson akhirnya dipertemukan kembali dalam suasana duka. Apa yang terjadi? Silahkan nonton 😄


Ok, ceritanya agak classic ya. Dua insan yang jatuh cinta, ditentang orang tua, bertemu lagi beberapa tahun kemudian. Tapi biarpun begitu film ini sama sekali nggak basi dan endingnya cukup unpredictable.

Alur film ini dibuat maju mundur tapi nggak bikin pusing sama sekali dan tentunya sweet. Not in lebay way.

Dari film ini saya melihat bahwa kadang kehidupan itu memang bisa kejam banget. [SPOILER ALERT! please skip] Dua orang yang masih saling mencintai setelah sekian tahun berlalu, lalu akhirnya dipertemukan kembali, tapi lagi-lagi mereka nggak bisa bersama.

It’s true that people come in to your life for a reason, maybe for many reasons. Kehadiran Dawson memberikan banyak arti bagi Amanda, pun sebaliknya.

Sebanyak apapun yang kita peroleh di masa depan, ternyata nggak akan bisa bikin kita bener-bener bahagia kalau kita nggak ‘memaafkan’ masa lalu.

Hiduplah dengan orang yang benar-benar kamu cintai.

Keluarga nggak harus berasal dari orang yang punya hubungan darah dengan kita. Bukan hal yang mustahil kalau orang yang nggak punya hubungan darah dengan kita bisa mencintai kita lebih dari keluarga sedarah kita.

Secara keseluruhan, film ini manis dan sedih. Saya kasih 4 dari 5 bintang untuk film ini.

“You are my dearest friend, my deepest love. You are the best of Me” Dawson Cole

Film Before Sunrise

Saya pernah baca kalau film Before Sunrise adalah salah satu best film, lupa dimana. Satu hal yang pasti, film ini sudah lama sekali, yaitu dari tahun 1995. Before Sunrise bercerita tentang dua orang asing, yaitu Celine dan Jesse yang bertemu di kereta dan kemudian memutuskan untuk jalan-jalan bersama di kota Vienna. Awalnya saya fikir mereka akan pergi ke tempat-tempat spectaculer atau tourist spots layaknya turis pada umumnya, ternyata enggak. Mereka hanya menyusuri kota Vienna dengan jalan kaki, satu kali mampir ke coffe shop dan bar sambil ngobrol tanpa henti. Iya, jadi sepanjang film kita hanya akan melihat dua orang asing yang jalan kaki dan nonstop ngobrol tentang hidup dan cinta. Seharian, tanpa aqua dan tanpa Celine nyisir rambutnya. No conflict ala-ala dan no mistery. Dan surprisenya, I really really enjoy it. Gila. 

Film ini bagus, nggak klise dan nggak klasik. Tapi menurut saya pribadi, agak mustahil juga untuk kejadian di dunia nyata. Buat saya sih mustahil. Horor banget deh kayaknya kalau ada orang asing yang tiba-tiba ngajak jalan-jalan bareng. Gimana kalau dia serial killer? Eh tapi kalau yang ngajakin punya senyum innocent kayak senyum Quentin gimana nolaknya ya? 

Anw, menurut saya film ini kalau dari segi keromantisan biasa aja sih. Romantis itu menurut saya Love, Rosie hahaha! Tapi tetep aja, sangat amat layak untuk mendedikasikan sekian menit buat film ini. Relate banget sama kehidupan kita. Karena nggak semua orang punya harta gono gini buat direbutin atau tiba-tiba ketemu pria kaya yang kemudian jadi suami.


Dan film ini bikin saya jadi pengen banget jalan-jalan menyusuri suatu tempat di Eropa sana, dimana ada bangunan-bangunan cantik dari bata dengan jalan kecil sambil sesekali mampir ke coffee shop atau bar. Bedanya saya nggak mau jalan sama stranger, kayak yang Celine lakukan.

Jadi saya kasih 4 dari 5 bintang.

Sudah nonton? 🙂