Gaji pertama dong….

12235-NO6AHN

freepik.com

“Udah terima gaji pertama dong? Inget aku ya, beliin ini”

“Gaji pertama harus kasih upeti ya buat gue, kan gue dulu…”

“Makan-makan dimana? Pokoknya gaji pertama harus traktir, kalo enggak ditagih terus”

“Kak, gaji pertamanya beliin lah si A, B,C baju, nggak usah yang mahal-mahal” Continue reading “Gaji pertama dong….”

Advertisements

Dilan 

img_4001

Ihiy kesampean juga baca buku ini tanpa harus beli 😀 Kenapa saya nggak mau beli? Soalnya saya takut, takut kecewa. Saya berasumsi buku ini sudah tidak cocok lagi dengan selera bacaan saya, mengingat isinya tentang tentang anak SMA. Eh, ternyata saya suka!

Buku Dilan diceritakan dari sudut pandang Milea. Jadi seolah-olah kita sedang membaca buku catatan Milea tentang kisahnya dengan Dilan di tahun 1990. Continue reading “Dilan “

Setelah sebulan kerja

Hari ini tepat satu bulan saya bekerja di kantor baru. Rasanya sejauh ini menyenangkan, masih menyenangkan tepatnya, masih suka pusing sendiri karena ada hal-hal yang belum saya mengerti dan masih merasa awkward sama orang-orang kantor walaupun hampir semua orang di kantor bisa dibilang ramah.

Ada perbedaan signifikan antara menjadi mahasiswa dan pekerja. Kalau dulu waktu kuliah ada jam-jam bolong dimana saya bisa santai dan ngobrol sama teman-teman, masih punya social life lah setelah selesai kelas. Setelah menjadi pekerja, waktunya pulang ya pulang ke rumah masing-masing. Kebetulan rata-rata orang di kantor sudah berkeluarga, jadi wajar sebenarnya. Lagi pula jarak kantor yang jauh dari rumah ditambah langit yang sebentar lagi gelap pun rasanya nggak memungkinkan untuk bersosialisasi sepulang kerja. Continue reading “Setelah sebulan kerja”

Jangan baper

Tau dong arti kata baper? Bawa perasaan, kata ganti maaf yang dipergunakan manusia modern setelah si lawan bicara merasa tersinggung (seringnya begitu). Sebenernya kalau boleh jujur, saya sendiri agak sebel, bukan agak, tapi sebel banget sama kata gaul yang satu ini. Seinget saya, kayaknya saya hampir nggak pernah menggunakan kata baper untuk lawan bicara saya. Karena pada dasarnya kita semua punya hati untuk merasa. Jadi kenapa tidak boleh bawa perasaan?

Sebenarnya kata baper ini bukan kosa kata yang baru. Tapi sampai sekarang baper masih banyak dipergunakan oleh orang-orang. Continue reading “Jangan baper”