Dear M,

Saya tahu, kemungkinan besar surat ini nggak akan pernah kamu baca. Hanya saja, saya butuh media untuk menumpahkan kemarahan saya sama kamu. Datang ke rumah kamu? Mama saya bilang tidak usah. Keluarga kamu tipe yang suka cari gara-gara, yang ada hanya memperpanjang masalah. Datang ke gereja tempat kamu melayani untuk membeberkan kelakuan kamu? Ingin sekali saya lakukan sebagai bentuk balas dendam. Tapi saya tahu, kemungkinannya kecil sekali untuk mereka percaya apa yang saya katakan. Saya hanya jemaat reguler, bukan kamu yang Continue reading “Dear M,”

Advertisements