Sisa gigi yang tertinggal

Sewaktu menulis tulisan ini, di mulut saya masih ada kasa, baru saja selesai operasi. Ya, hari ini saya operasi graham bungsu yang kedua kalinya, karena hasil foto panoramic menunjukan ada sisa gigi yang tertingal. Operasi pertama saya sebelumnya sudah saya ceritakan di sini dan apa yang saya alami pasca operasi ada di sini.

Operasi pertama saya mungkin bisa dibilang ngaco (Eh?) sehingga saya harus dua kali operasi di tempat yang sama. Apa saya kembali lagi ke dokter pertama saya yang mengoperasi saya? Ogah, takut. Atas rekomendasi temannya teman yang operasi graham bungsunya juga bermasalah, saya mempercayakan operasi kedua saya ke SmileWorks Dental Care di Kelapa Gading. Kenapa saya akhirnya memutuskan dioperasi di sana? Karena background dokternya luar biasa banget, silahkan cek sendiri, dr. Marzella M. Lestari. Pengalaman operasi graham bungsu mengajarkan saya untuk nggak mudah percaya sama dokter dan jangan percaya sama satu diagnosa aja. Pasalnya saya sempat dirujuk untuk fisioterapi oleh dokter bedah mulut di RS. Mitra karena ada indikasi Trismus. Puji Tuhan saya nggak lakukan itu, karena saya akhirnya bisa memasukan sendok makan ke dalam mulut begitu memasuki minggu keempat pasca operasi pertama. Lumayan save berapa juta itu 😄

Pengalaman operasi kedua ini menurut saya lebih baik dari yang pertama. Operasi graham bungsu kali ini menurut saya persiapannya luar biasa banget, saya seolah-olah mau operasi besar. Beberapa menit sebelum operasi saya disuntik dulu dan rasa sakit jarum suntiknya antara ada dan tiada, haleluyah! Obat biusnya sama sekali nggak pait, rasanya enak di mulut, ada mint-mintnya gitu kayak mouthwash. Setelah itu saya dikasih dua obat minum dan diminta tunggu sebentar di ruang tunggu. Nggak lama saya masuk ke ruangan operasi, tidak boleh pakai alas kaki dan harus pakai baju operasi. Area di sekitar bibir saya olesi cairan yang katanya untuk mensterilkan. Bibir saya diolesi Vaselline, mungkin karena harus mangap dalam jangka waktu yang lama, supaya bibir saya nggak tersiksa. Selama operasi dokternya juga terus-terusan memastikan keadaan saya apakah baik-baik saja dan merasakan sakit atau tidak. Ah love banget dr. Marzella ini ❤️

Pertama kali pakai baju operasi

Selesai operasi saya dikasih lihat serpihan-serpihan gigi yang tertinggal, ternyata banyak! Dan yang lebih bingung lagi, ada satu serpihan yang ukurannya itu cukup besar yang nggak mungkin kasat mata menurut saya. Bingung banget deh kenapa bisa ketinggalan sebesar itu. 

Tulisan ini sama sekali nggak bermaksud menjelek-jelakan rumah sakit sebelumnya ya dan saya sama sekali nggak disponsorin oleh SmileWorks Dental Care. Saya pergi ke rumah sakit pertama karena ada teman yang pernah operasi di sana dan nggak ada keluhan sama sekali setelahnya. Tulisan ini murni berbagi aja apa yang saya alami pasca operasi graham bungsu. Pasalnya saya sempat browsing-browsing apa yang saya alami, kasusnya sedikit sekali. Jadi saya harap tulisan ini bisa membantu siapapun kalian di luar sana yang mengalami hal kayak saya. Tapi saya berharap nggak ada sih, nggak enak banget soalnya. Nantinya saya akan update lagi perkembangan pasca operasi kedua ini. Till next post!

Untuk siapapun di luar sana,

Tolong baca sampai habis. Siapa tau diantara kalian punya seseorang yang pernah mengalami hal serupa dengan gue.

Hari ini sudah dua minggu lebih sejak gue operasi graham bungsu. Terakhir gue ke Rumah Sakit tempat gue operasi, itu minggu lalu untuk buka jahitan. Gue sempat menanyakan ke dokter mengenai keadaan gue yang menurut gue ‘tidak normal’, katanya kedaan gue normal. Tapi sekarang gue jadi ragu, karena ini sudah dua minggu lebih. Leher gue masih susah nengok, pipi gue dekat gusi yang kemarin giginya diambil masih ada jendolan, bagian bawah pipi gue masih bengkak, rahang gue hanya bisa membuka satu jari, di bawah pipi gue pun masih ada bengkak, lidah gue terasa kelu. Ada apa dengan gue?

Gue berusaha browsing sana sini, tapi nggak menemukan solusi, yang ada malah gue takut karena ada indikasi Temporomandibular Joint Disorder (TMJ) atau Trismus. Hari ini gue juga sudah ke dokter lain untuk second opinion karena ragu untuk kembali ke Rumah Sakit tempat gue operasi. Dokter memegang wajah gue, dia seperti keheranan kenapa masih ada benjolan dengan rentang waktu yang sudah cukup lama. Gue juga sempat diminta untuk mengatup dan membuka gigi gue, dia bilang rahang gue baik-baik saja. Lalu dia menyarankan gue untuk rontgen untuk melihat kondisi rahang gue. Hasil rontgen gue menyatakan tidak ada yang salah dengan rahang gue, hanya saja ternyata dia sana ada serpihan gigi yang tertinggal. Dia bilang, lebih baik kembali ke dokter yang menangani operasi gue. Jujur, gue takut luar biasa, gue nggak mau harus membuka mulut untuk disuntik lagi dan dikuret. Walaupun dia bilang, kuret tidak seperti operasi. Tapi entah kenapa, semua pernyataan dokter terdengar meragukan di telinga gue. Apa mungkin karena gue tidak bisa melihat mimik wajahnya yang ditutupi masker? Ataukah diapun ragu dengan kondisi gue? Atau dia nggak ngerti alasan di balik kondisi gue?

Dia meresepkan gue obat, dia juga merujuk gue ke dokter fisioterapi. Gue merasa sedih yang tidak tertahankan. Gue merasa sekarang gue lagi drama banget. Tapi gue juga nggak bisa nggak merasa sedih atas kondisi gue. 

Untuk siapapun di luar sana, pernahkah ada teman, saudara atau kenalan yang mengalami hal serupa?  

Operasi graham bungsu

Graham bungsu saya sebenarnya sudah tumbuh lama sekali, mungkin sekitar empat tahun yang lalu. Tapi waktu itu saya berfikir ini hanya tumbuh gigi biasa, jadi nggak mau diambil pusing. Emang sih selama pertumbuhannya, gusi saya sering cenat-cenut, bahkan berdarah kalau kena sikat gigi. Saya konsultasi ke dokter gigi, waktu itu disarankan kumur dengan betadine untuk meredam rasa sakit dan rontgen gigi untuk tahu bagaimana posisi si gigi, apakah perlu diambil atau tidak.

Hal yang saya lakukan dari dua saran dokter di atas hanya berkumur dengan betadine dan nggak pergi rontgen gigi. Pasalnya berkumur dengan betadine membantu banget dalam mengatasi sakit. Jadi saya pikir sudah tidak ada masalah. Tapi setelah dipikir-dipikir, sampai kapan mau berkumur dengan betadine? Lagipula saya merasa makin ke sini rasanya posisi gigi di depan graham bungsu ini makin nggak beres, dia semakin terdorong, belum lagi makanan suka nyangkut di dalam gusi si graham bungsu, lumayan bikin cenat-cenut. Terkadang lidah saya juga saya julurkan ke gusi graham bungsu dan ada bau tidak sedap dari sana sehingga saya jadi kurang pede.

Akhirnya dua minggu lalu saya putuskan rontgen gigi dan ternyata posisi graham bungsu saya posisinya miring, persis seperti gambar di bawah ini. 


Sumber foto
Hasil googling sana sini menyatakan kalau si graham bungsu harus dioperasi. Mendengar kata operasi saya ciut banget. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Operasi graham bungsu ditangani oleh dokter bedah mulut, bukan dokter gigi biasa.

Tiba saatnya saya harus dioperasi. Saya disuntik sebanyak empat kali dan rasanya lumayan cekat-cekit sewaktu si jarum menusuk gusi saya. Dokter bilang, posisi gigi saya ini susah banget, sehingga gigi saya tidak bisa diambil dalam keadaan utuh, harus dipecah dulu. Dokternya juga menyampaikan kalau kemungkinan ada dampak kesemutan yang akan timbul di sekitar bibir saya dalam waktu yang lama, sekitar tiga bulan sampai setahun karena ini berhubungan dengan saraf. Kedengarannya memang menakutkan banget, bahkan saya sampai memastikan ke dokter kalau ini bukan hal yang membahayakan.

Operasi dimulai. Rasanya nggak sakit, tapi seolah-olah tulang rahang saya mau copot, saya sampai mengangkat tangan beberapa kali. Tapi dokternya mengabaikan saya 😂. Sangkin lebaynya rekasi saya, dokter sampai meminta asistennya untuk memegangi kepala saya. Begitu dokter bilang sudah selesai dan tinggal dijahit, rasanya lega luar biasa!! Ini untuk pertama kalinya saya dijahit dan saya bisa merasakan benangnya di bibir saya waktu dokternya menjahit.

Ini sudah hari kedua setelah saya operasi. Gusinya sudah tidak sakit,  justru tenggorokan saya yang sakit sehingga saya susah menelan apapun dan pipi bengkak. Tulisan ini bukan bermaksud menakut-nakuti, hanya mau berbagi pengalaman saya dioperasi. Reaksi tubuh setiap orang tentunya beda-beda. Teman saya sehari setelah operasi sudah bisa makan ayam McD hahaha, saya mau nelan bubur aja nggak bisa. Saya bahkan sempat demam beberapa jam setelah operasi, sedangkan teman saya tidak sama sekali, cukup minum obat, tidur dan begitu bangun sudah hilang rasa sakitnya.

Biaya operasi graham bungsu beragam, tergantung rumah sakit dan tingkat kesusahan gigi kita. Kebetulan saya ambil di Lakesgilut AU di halim (RSGM AU), harganya satu setengah juta sampai  dua setengah juta (bisa berubah sewaktu-waktu). Buat siapapun yang mau operasi graham bungsu, lebih baik jangan ditunda-tunda deh, biar cepat selesai rasa takutnya 😄