Jangan hilang harapan

Beberapa hari lalu ada kabar mengejutkan dari dunia hiburan Korea yaitu meninggalnya Kim Jong Hyun yang merupakan salah satu anggota grup SHINee. Jujur saya terkejut banget denger berita itu. Berita kemarian memang selalu mengejutkan. Lebih terkejut lagi waktu tahu kalau dia meninggal karena bunuh diri dan ternyata alasannya adalah depresi. Hhh sedih dengernya. Padahal, kenal juga enggak.

Sebenarnya berita bunuh diri bukan hal yang baru di Korea. Negara ini memang punya angka bunuh diri yang tinggi. Saya bukan fansnya Jong Hyun, Continue reading “Jangan hilang harapan”

Advertisements

Seputar perilaku commuters

Sekarang saya lagi duduk di jalur dua. Habis diphpin sama kereta yang ternyata tujuannya ke tempat lain. Tentunya saya nggak sendirian, banyak orang juga yang sudah berbondong-bondong pindah jalur dari jalur empat karena melihat petunjuk yang tertera di kereta.

Dulu pertama kali saya naik kereta dalam kota, saya bersumpah nggak akan pernah lagi naik kereta, kapok! Waktu itu hujan, kereta penuh bukan main, pendingin kereta bahkan sudah tidak terasa lagi. Posisi saya berdiri waktu itu nggak enak banget, rasanya mau nangis. Sekarang? Saya sudah biasa dengan semua itu dan tau strategi supaya bisa dapat posisi enak. Tapi kadang sial juga, leher dan pinggang jadi sakit Continue reading “Seputar perilaku commuters”

5 Alasan untuk bersyukur 

Tadi malam saya dongkol banget sama seseorang. Kalau saya ceritain alasannya, saya yakin orang akan menganggap hal itu sebenarnya sepele banget. Tapi buat saya hal sekecil itu bisa bertarti segitunya. Bahkan sampai siang ini, sewaktu menulis ini saya masih kepikiran. Tadi pagi, sewaktu saya berdiri di kereta, saya juga kepikiran sambil scroll wordpress. Nemulah saya tulisan salah satu blogger yang saya follow tentang bersyukur. Tulisan yang lumayan banget ngurangin rasa dongkol saya dan jadi pengen buat tulisan serupa. Saya jadi mikir, perasaan semalam yang saya rasain itu seharusnya Continue reading “5 Alasan untuk bersyukur “

Dear M,

Saya tahu, kemungkinan besar surat ini nggak akan pernah kamu baca. Hanya saja, saya butuh media untuk menumpahkan kemarahan saya sama kamu. Datang ke rumah kamu? Mama saya bilang tidak usah. Keluarga kamu tipe yang suka cari gara-gara, yang ada hanya memperpanjang masalah. Datang ke gereja tempat kamu melayani untuk membeberkan kelakuan kamu? Ingin sekali saya lakukan sebagai bentuk balas dendam. Tapi saya tahu, kemungkinannya kecil sekali untuk mereka percaya apa yang saya katakan. Saya hanya jemaat reguler, bukan kamu yang Continue reading “Dear M,”