Just a note to myself.

Advertisements

Hey little one,

Don’t worry, the best thing is yet to come. You are gonna make yourself proud of you. Work hard. Go buy some stocks, invest that money. You’re gonna thank yourself in ten years. Finish those books that you keep on the table and buy new one after. Keep reading those English articles. Don’t worry about the time you spend getting ready in the morning, but make it as short as possible. Never skip exercising, it’s for your health, your body, mind and soul. Keep your bangs, it’s cute. Save money, you’re gonna color it the way you want to be, maybe green or purple. Reward yourself, go travel some places, you need it! Don’t waste your time on wrong people. Be more confident. Stop over analyzing everything. Put God first. Don’t forget to pray and be grateful. Most importantly be happy!

I love you.

Saldo Rp 0,-

Dulu waktu gue masih jadi mahasiswa, gue sudah tahu apa aja yang akan gue lakukan dengan uang hasil kerja gue. Salah satunya adalah belanja baju setiap bulan, beli buku bacaan setiap bulan dan traveling setahun sekali. Gue sudah menyusun anggarannya bahkan sebelum gue bekerja. Sekian persen kemana, sekian persen kemana. Oh tapi ternyata hidup nggak seindah rencana-rencana yang sudah lo buat. Gue dihadapkan dengan kebutuhan-kebutuhan tak terduga, sampai-sampai saldo gue tiba-tiba bisa jadi Rp 0,- sebuah angka yang… fantastis. Jujur gue aja terkejut banget hahahaha *di luar tertawa, dalam hati menangis*.

Tapi biarpun saldo di BCA gue segitu, untungnya semua pos aman. Pos tabungan sudah disisihkan dari awal, pos ojol aman dan isi dompet masih bisa buat bertahan seminggu ke depan. Nggak lupa di kulkas juga masih ada stock makanan.

Jadi tujuan tulisan ini apa? Supaya gue ingat hari ini dan sepuluh tahun lagi gue (yang sudah jauh lebih sukses, AMIN) bisa ngetawain versi muda gue yang ‘cukup’ ini. Tapi sekarang gue juga udah ketawa banget sih hahahaha.

Curhat untuk ke sekian kalinya

Kepala gue penuh sama pikiran-pikiran menyebalkan. Gue bingung, kenapa otak gue ini lebih mudah menyerap hal-hal negatif daripada positif? Gue terkadang bisa kesal sama hal-hal sepele. Misal tadi, gue disuruh kasih tau A untuk suruh A pakai make up. Menurut gue itu nggak make sense. Pertama, gue sama A nggak dekat, kedua gue bukan siapa-siapa yang punya otoritas ngasih tau A untuk pakai make up (contohnya gue membawahi si A terus gue tau A mau ketemu client penting), ketiga gue bener-bener nggak nemu alasan kenapa gue harus nyuruh A pakai make up. Dia juga masih berkabung. Ada apa dengan sebagian orang di dunia ini? Kadang gue muak sama diri gue karena gue tidak bisa menyuarakan apa yang ada di otak gue karena gue terlalu takut merusak hubungan dengan si lawan bicara, oleh karena itu gue jadi kesal sendiri. Terus gue malah jadi curhat di sini.